IBMNews.com, Tarakan — Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Borneo Tarakan (UBT) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Ekspedisi Revitalisasi Permainan Matematika Inspiratif” di SMA Negeri 1 Tarakan dan SMA Negeri 2 Tarakan.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep serta motivasi belajar matematika siswa melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat dan pemahaman siswa terhadap matematika, khususnya pada materi aljabar, geometri, dan statistika. Pembelajaran yang cenderung bersifat konvensional dan kurang variatif dinilai membuat siswa sulit mengaitkan konsep matematika dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong dosen-dosen Pendidikan Matematika FKIP UBT untuk menghadirkan alternatif pembelajaran berbasis permainan edukatif.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian melibatkan dosen dan mahasiswa Pendidikan Matematika FKIP UBT bersama guru dan siswa di sekolah mitra. Berbagai aktivitas pembelajaran dirancang dalam bentuk permainan matematika inspiratif, seperti puzzle aljabar, tangram geometri, serta kuis digital. Pendekatan ini tidak hanya menekankan pemahaman konsep, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa.
Selain menyasar siswa, kegiatan ini juga memberikan pendampingan kepada guru matematika melalui penggunaan modul permainan matematika inspiratif sebagai panduan pembelajaran. Modul tersebut diharapkan dapat digunakan secara berkelanjutan dalam proses belajar mengajar di kelas, sehingga inovasi pembelajaran tidak berhenti setelah kegiatan pengabdian selesai.
Ketua Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UBT Alfian Mucti, S.Pd. , M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Kami ingin kegiatan dan kerja sama dengan sekolah-sekolah dapat berkelanjutan sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Tarakan, khususnya dalam mata pelajaran matematika,” ujarnya.
Respons positif ditunjukkan oleh siswa dan guru selama kegiatan berlangsung. Siswa terlihat lebih antusias dan aktif mengikuti pembelajaran, siswa memperoleh referensi baru dalam mengemas materi matematika agar lebih menarik dan kontekstual. Melalui kegiatan ini, diharapkan matematika tidak lagi dipandang sebagai mata pelajaran yang sulit dan menakutkan, melainkan sebagai ilmu yang dekat dengan kehidupan dan menyenangkan untuk dipelajari.
Ke depan, Jurusan Pendidikan Matematika FKIP UBT berkomitmen untuk terus memperluas kerja sama dengan sekolah-sekolah di Kota Tarakan dan Kalimantan Utara, serta mengembangkan model pembelajaran inovatif yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan.***(IBM02)







