IBMNews.com, Tarakan — PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan melalui Kantor Perwakilan Tarakan memastikan layanan penyeberangan laut selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berjalan optimal dengan mengedepankan aspek keselamatan penumpang.
Kepala PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Balikpapan Kantor Perwakilan Tarakan, Abdul Gafur, menyampaikan bahwa selama Nataru pihaknya mengoperasikan tiga unit kapal feri dari Pelabuhan Juata Laut Tarakan.
“Tiga kapal yang kami operasikan yakni KMP Manta, KMP Manta II, dan KMP Julung-Julung,” ujar Abdul Gafur.
KMP Manta melayani lintasan Tarakan–Sebawang pulang pergi (PP). Kapal ini memiliki kapasitas angkut sekitar 50 unit kendaraan roda dua dan 16 unit kendaraan roda empat campuran. Adapun kapasitas penumpang, termasuk penumpang dalam kendaraan dan penumpang pejalan kaki, dibatasi maksimal 202 orang.
“Kapasitas tersebut tidak boleh melebihi ketentuan yang ditetapkan otoritas pelabuhan, dalam hal ini KSOP sebagai penerbit Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Semua kami sesuaikan demi keselamatan penumpang dan pengguna jasa,” tegasnya.
Sementara itu, KMP Manta II melayani lintasan Tarakan–Nunukan dengan kapasitas maksimal 177 penumpang, termasuk pengemudi, penumpang di atas kendaraan, dan penumpang pejalan kaki. Seluruh alat keselamatan, seperti pelampung, telah disesuaikan dengan kapasitas angkut kapal.
Terkait antisipasi lonjakan penumpang selama libur panjang Nataru, Abdul Gafur menegaskan tidak ada penambahan armada. Namun, ASDP melakukan penambahan trip dengan pola pulang pergi selama beberapa hari berturut-turut.
“Kami memaksimalkan operasional kapal dengan penambahan trip, khususnya pada lintasan padat seperti Tarakan–Sebawang yang banyak digunakan masyarakat menuju Malinau dan Tanjung Selor,” jelasnya.
Adapun kapal ketiga, KMP Julung-Julung, melayani lintasan Tarakan–Toli-Toli, Sulawesi Tengah. Menanggapi keluhan masyarakat terkait keterbatasan tiket, Abdul Gafur menegaskan bahwa jumlah tiket yang dijual telah disesuaikan dengan kapasitas angkut kapal.
“Setiap kapal juga kami sisakan satu slot kendaraan untuk kebutuhan darurat atau urgensi, seperti kondisi kedukaan,” katanya.
Ia menambahkan, lintasan Tarakan–Sebawang merupakan lintasan komersial sehingga pengaturan muatan dilakukan secara seimbang antara pelabuhan asal dan tujuan agar operasional kapal tetap efisien dan berkelanjutan.
Seluruh pembelian tiket penyeberangan kini dilakukan secara daring melalui laman resmi trip.feryzy.com, guna memudahkan masyarakat sekaligus memastikan ketertiban administrasi dan keselamatan pelayaran.
Dengan berbagai langkah tersebut, ASDP optimistis pelayanan penyeberangan selama periode Nataru 2025/2026 dapat berjalan aman, lancar, dan terkendali, tutup Abdul Gafur S.M, yang juga menjabat sebagai Ketua Pusaka Sebatik.***(IBM02)







