IBMNews.com, Tarakan — Upaya membangun budaya baca dan memperkuat ekosistem literasi di Kalimantan Utara (Kaltara) terus menunjukkan perkembangan positif. Taman Baca Masyarakat Indonesia (TBMI) Provinsi Kaltara, bersama Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltara, menggelar kegiatan Capacity Building di Griya Wisata Persemaian, Kota Tarakan, Sabtu (29/12/2025).
Mengusung tema “Menjadi yang Terbaik di Peran Anda”, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bagi para pegiat literasi dalam memperkuat kapasitas individu dan organisasi. Tujuannya adalah membangun gerakan literasi yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan di Bumi Benuanta.
Kegiatan tersebut diikuti berbagai komunitas dan organisasi literasi lintas kampus dan komunitas, di antaranya HMJ BDP, HMJ MSP, STIMIK PPKIA, Komunitas Literasi Jalanan, serta BEM Perikanan Universitas Borneo Tarakan (UBT). Kehadiran beragam elemen ini menegaskan bahwa literasi merupakan kerja kolektif, bukan tanggung jawab satu pihak semata.
Dukungan pemerintah tampak melalui kehadiran perwakilan Supa’ad Hadianto, S.E., anggota DPRD Provinsi Kaltara sekaligus Pembina TBMI Kaltara, serta Mustari, M.Pd., Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara Wilayah Tarakan yang mewakili Gubernur Kalimantan Utara.
Dalam sambutan Supa’ad Hadianto yang dibacakan oleh stafnya, ia mengapresiasi konsistensi TBMI Kaltara dalam menghidupkan aktivitas literasi di tengah masyarakat.
“Dedikasi pengurus TBMI Kaltara mencerminkan komitmen nyata dalam membangun budaya baca. Literasi bukan semata soal buku, tetapi tentang menyiapkan masa depan generasi,” ujar Supa’ad.
Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan gerakan literasi. Menurutnya, anak muda merupakan fondasi utama bagi masa depan dunia perbukuan dan literasi di Kalimantan Utara.
Supa’ad juga menilai kegiatan capacity building memiliki nilai strategis karena tidak hanya meningkatkan kapasitas pengelola taman bacaan masyarakat (TBM), tetapi juga memperluas dampak sosial literasi di lingkungan sekitar. Karena itu, kegiatan serupa dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Lebih jauh, ia mengungkapkan komitmen DPRD dan Pemerintah Provinsi Kaltara dalam memperkuat payung hukum literasi. Pada 2026, melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda), DPRD Kaltara merencanakan penyusunan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perbukuan dan Literasi.
“Raperda ini diharapkan menjadi landasan hukum yang kuat agar gerakan literasi dapat tumbuh secara sistematis, terarah, dan berkelanjutan,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili Gubernur Kaltara, Mustari, M.Pd., menilai keterlibatan anak muda dalam gerakan literasi masih tergolong langka. Namun, apa yang dilakukan TBMI Kaltara justru menjadi contoh positif yang patut ditiru.
“Gerakan Taman Bacaan Masyarakat ini membuktikan bahwa anak muda mampu mengambil peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya.
Ketua Umum TBMI Kaltara, Husnul Jojon, menegaskan komitmen organisasinya untuk terus aktif menggerakkan literasi dan perbukuan, sekaligus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya budaya baca bagi generasi penerus.
“Melalui capacity building ini, kami bersama lintas organisasi literasi di Tarakan menunjukkan bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam membangun gerakan literasi,” kata Husnul.
Dari ruang-ruang baca sederhana hingga agenda penguatan kapasitas, TBMI Kaltara terus menyalakan harapan. Literasi bukan sekadar aktivitas membaca, melainkan fondasi membangun masyarakat Kalimantan Utara yang lebih berpengetahuan, kritis, dan berdaya saing.***(IBM02)







