TARAKAN — Penyebaran varian Omicron semakin dekat dengan Indonesia. Pasalnya, dua negara tetangga Indonesia sudah melaporkan kasus impor Covid-19 varian Omicron dalam beberapa hari terakhir.
Demi mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia, Kepala Binda Kalimantan Utara, Brigjen TNi Andi Sulaiman, menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan persiapan antsipasi bersama steakholder dan dinas terkait dalam mencegah masuknya varian Omicron ke Indonesia pada khususnya Kalimantan Utara yang berada di daerah perbatasan dan sangat berdekatan dengan negara tetangga Malaysia.
“Untuk mengantisipasi varian baru dari luar negeri, kemarin kami sudah rapatkan dengan para Kominda (Komunitas Intelijen Daerah) dan para Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi masyarakat yang dari Tawau atau Malaysia, masuk ke Indonesia,” tutur Sulaiman.
Lebih lanjut, ia mengatakan, pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Imigrasi dan Dinas Kesehatan untuk dikerahkan dalam memperketat atau menjaga pintu masuk perbatasan Indonesia-Malaysia.
“Kita sampaikan ke Imigrasi agar betul-betul diperketat masuknya dan Dinkes kita kerahkan untuk menjaga dipintu masuk, termasuk menjaga jalan yang tak terpantau yang biasa dilewati masyarakat, dan semua anggota kita kerahkan untuk memantau jalan masuk sehingga tidak ada masyarakat dari Tawau atau Malaysia yang masuk tidak terpantau, dalam rangka kita mencegah varian baru masuk ke Indonesia” Jelasnya.
Kendati demikian, Jendral Sulaiman akan terus menghimbau kepada masyarakat dalam turut serta menyukseskan vaksinasi. Selain itu, ia berharap harap masyarakat sadar pentingnya vaksin ini. Kemudian kedepan jika berpergian keluar negeri atau pun deerah vaksinasi menjadi salah satu syarat perjalanan.
“Kita himbau juga kemasyarakat di Kaltara ini untuk bisa mengikuti vaksinasi. Vaksin sudah kita siapkan secara maksimal dan sudah banyak jadi tidak ada alasan tidak mengikuti vaksin. Selain menjadi kekebalan bagi mayarakat itu sendiri, vaksin juga menjadi syarat berpergian dari luar dan dalam negeri, jadi banyak manfaat vaksin ini,” Pungkasnya. (*)