TARAKAN – Berdalih pacaran, pria berinisial AM alias CK mencabuli anak bos tempatnya bekerja hingga hamil. Dalam laporan orangtua korban ke Polsek Tarakan Timur, ada ancaman pelaku terhadap korban hingga korban mau diajak berhubungan badan.
Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kapolsek Tarakan Timur, Iptu Gian Evla Tama mengatakan pelaku bekerja di bengkel milik orangtua korban di Jalan Binalatung, Kelurahan Pantai Amal.
“Pelaku memaksa untuk melakukan hubungan badan. Korban masih dibawah umur, usia 13 tahun dan masih pelajar SMP. Awalnya korban ngaku cuma satu kali, pas kami tanya lagi katanya dua kali, terus tiga kali. Setiap detailnya masih berubah-ubah, tapi yang jelas pelaku melakukan lebih dari satu kali, sampai korban hamil,” ujarnya.
Pencabulan yang dilakukan pelaku baru diketahui keluarga korban karena curiga melihat badan korban yang membesar, 19 November lalu. Setelah ditanyakan, korban mengakui memang sedang hamil hasil dari berhubungan badan dengan AM.
Selanjutnya keluarga korban melaporkan perbuatan AM ke Polsek Tarakan Timur. Korban pun dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan dan hasilnya, korban tengah hamil 5 bulan.
“Pada saat itu korban sudah tahu kalau hamil, cuma takut sama orangtuanya. Tapi orangtua korban memang curiga, sehingga langsung ditanyakan dan korban mengaku. Jadi dibawa ke Polsek Timur. Pelaku juga langsung kami amankan di hari yang sama dirumahnya,” ungkapnya.
Pemeriksaan terhadap korban belum dilakukan lebih detail, selain masih dibawah umur dan harus pendampingan dari orangtua dalam setiap pemeriksaan, korban juga diketahui mengalami trauma. Sehingga penyidik harus berkoordinasi lagi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tarakan.
“Kami harus gali lebih dalam lagi, tapi harus bersama dengan Unit PPA. Korban juga tidak terlalu terbuka sama penyidik. Tapi pengakuannya ada bujuk rayu, cuma seperti apa rayuannya apakah ada ancaman masih belum dijelaskan secara detail. Kalau kami lihat korban pun trauma, karena selalu lihat ke orangtuanya kalau kami bertanya,” ungkapnya.
Biasanya, pelaku memanfaatkan kondisi rumah yang sedang sepi sebelum mencabuli korban. Pelaku sendiri bekerja di bengkel milik orangtua korban. Kebetulan bengkel ini berada di sebelah rumah korban, sehingga korban dan pelaku sering ada dirumah saat orangtuanya tidak berada dirumah.
“Waktu keluarga korban datang laporan, kami terima terus segera mendatangi rumah pelaku ternyata masih ada terus kami bawa ke Polsek untuk diperiksa,” tandasnya.